Senin, 12 Desember 2016

KITAB SUCI AGAMA HINDU



Makalah
KITAB SUCI AGAMA HINDU
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah Tema-tema perbandingan agama
Dosen : Prof. Kautsar Azhari Noer, Dr






Di susun oleh:

M. Rahmat Ramadhan (1113032100036)



Jurusan perbandingan agama
Fakultas ushuluddin
Universitas islam negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta
2015








PENDAHULUAN
Kita tahu bahwa Ibrahim atau yang lebih dikenal Nabi Ibrahim merupakan bapak dari agama semitik yang orang Kristen dan yahudi menggunakan kata Abraham untuk dia. Ibrahim diutus oleh Tuhan untuk membenarkan segala keburukan yang ada didunia yang mungkin kita tahu kisahnya tentang perjalanan dia dalam mencari Tuhan yang harus ia sembah.
Al-kitab dan al-Quran telah banyak membahas tentang Abraham atau Nabi Ibrahim as, yang meliputi dari sejarah-sejarah serta dakwah beliau kepada Raja Namrud, kita tahu bahwa Raja Namrud adalah seorang Raja yang sangat kejam yang mana ia sangat dikenal dengan sifat yang angkuh dan kekejamannya sehingga dalam memimpin negaranya ia menggunakan cara kekerasan.
Dalam mengetahui kebenaran dan keberadaan dan kisahnya Ibrahim itu sendiri itu memerlukan beberapa teks-teks sejarah untuk menguatkan akan kisah-kisah yang ada didalam masyarakat sekarang, mungkin masyarakat islam mengenal Ibrahim sebagai bapak dari para nabi yang merupakan salah satu keturunannya yaitu Nabi Muhammad SAW itu sendiri. Disisi lain umat Kristen menganggap Abraham / Ibrahim sebagai bapak dari agama-agama semitik atau mungkin mereka sering mengungkapkan bahwa Abraham bapak dari Nabi Daud, yang salah satu keturunannya itu Nabi Isa as atau Yesus kristus.







PEMBAHASAN
Dalam kisah Ibrahim ini seluruh agama semitik itu mempercayai akan keberadaannya, Ibrahim diperkirakan hidup sekitar 1997 – 1822 SM. Yang mana Tuhan telah mengutusnya kebumi kepada umat manusia tentang kebesaran Tuhan dan keberadaannya. Kita tahu dalam kisah Ibrahim / Abraham tentang proses pencarian tuhan dalam kisah menurut pandangan islam bahwasanya Ibrahim itu pernah mencari keberadaan Tuhan yang waktu itu ia pernah memperkirakan Matahari adalah Tuhannya karena menurutnya ia telah menyinari semua daratan akan tetapi ia meragukan hal itu karena Tuhan itu harus selalu ada. Akan tetapi Matahari ketika malam ia tidak muncul akhirnya pun ia beranggapan bahwa Bulanlah yang mungkin Tuhan-nya ia beramsumsi bahwa Bulan itu bersinar pada kegelapan. Akan tetapi ia meragukan hal tersebut dikarenakan Bulan itu tidak ada ketika disiang hari.
Ia baru sadar bahwa Tuhan itu ternyata ada akan tetapi Tuhan itu tidak bisa dilihat dengan inderanya sendiri karena ia pun ada disetiap gerak-gerik dikehidupannya. Ayah Ibrahim adalah pembuat patung Dewa-dewa yang kemudian disembah oleh orang-orang didaerah kaldan atau terletak didaerah kota Urf, yang sekarang itu menjadi kota Irak.
Menurut pandangan al-kitab Abraham/Ibrahim dipanggil oleh Allah dari Mesopotamia ke negeri kanaan sekitar tahun 2000 SM. Yang mana ia disana itu melakukan sebuah perjanjian, Abraham atau Ibrahim diminta untuk mengakui bahwa YAHWEH adalah Tuhan dan otoritas tertinggi satu-satunya dan Universal dan untuk itu Ibrahim akan diberkati dengan keturunan yang tak terhitung banyaknya.
Mungkin kita bisa melihat kehidupan Ibrahim yang dikisahkan dalam kitab kejadian (pasal 11-25), dapat mencerminkan berbagai tradisi. Bisa kita lihat bahwa nama aslinya adalah Abraham yang mana Abraham itu bisa diartikan bapak yang terpuji. Yang diartikan bapak dari segala bangsa.
Dalam pandangan umat islam bahwa Ibrahim adalah yang diutus oleh Allah kepada umat manusia untuk membimbing kaum kaldan yang berada dikota Urf yang sekarang menjadi Irak ia adalah adalah penyebar ajaran Tuhan yang mana ia telah berdakwah kebeberapa tempat para Raja, agar mereka mau dan masuk mengikuti ajaran Ibrahim.
Dalam sejarahnya ada seorang Raja yang bernama Namrud yang merupakan Raja yang terkenal dengan kekejamannya dalam memimpin pemerintahannya. Nabi Ibrahim adalah putra dari Azar ( tarih) bin tahur bin saruj bin rau’ bin falij bin abir bin syalih bin arfakhsyad bin saam bin nuh. Ia dilahirkan disebuah tempat yang bernama faddam a’aram atau bisa dikatakan didaerah Babylunia yang pada waktu itu dipimpin oleh Raja Namrud bin kanaan.
Menurut sejarah kerajaan Babylonia yang makmur akan rakyat yang sejahtera dan berkehidupan serba kecukupan dari hal pangan dan sandang. Akan tetapi ditingkat kerohanian itu mereka masih dibawah atau masih bisa dikatakan mereka itu orang-orang yang booh atau jahiliyyah. Jahiliyyah disini maksudnya mereka tidak mengenal Tuhan sang pencipta mereka yang telah mengaruniakan mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka adalah sebuah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari bahan bebatuan atau terbuat dari lumpur atau tanah.
Raja mereka Namrud bin kanaan yang mnjalankan tumpuk pemerintahan dengan tangan besi dan kekuasaan yang mutlak semua kehendak harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dapat dihilangkan dan di tawar. Nabi Namrud merupakan raja yang sangat patuh menyembah Dewa-dewa, yang dibuat oleh orang tua atau bapaknya Nabi Ibrahim as.
Bagi agama Kristen Abraham adalah bapak orang percaya imannya menjadi teladan bagi semua orang yang tersirat dalam surat ibrani mengatakan demikian: “karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia brangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman maka Abraham, karena ia dicoba mempersembahkan Isak, ia telah menerima janji itu rela mempersembahkan yang tunggal” dengan demikian Abraham merupakan bapak yang sama bagi ketiga agama ini sekaligus meningkatkan bahwa ketiga-tiganya mempunyai akar yang sama yaitu, monoteisme[1].
Ibrahim pun bisa dikatakan kekasih Tuhan yang mana dalam tradisi 3 agama semitik, Ibrahim diyakini sebagai “kekasih Tuhan,” “sahabat Tuhan,” “teman intim Tuhan” (2 tawarikh 20 : 7;Yesaya 41:8; Yakobus 2: 23; al-Quran 4:125), yang didalamnya ungkapan arab disebut “khallil Allah” atau dengan singkat al-khallil. Dalam kutipan jurnal pak kautsar azhari noer, bahwa arti dari kata alkhallil yang mana iya mengambil penjelasan ibnu arabi seorang sufi yang terkenal di Andalusia. “sesungguhnya alkhallil (Ibrahim) disebut khallil karena ia rembesi (Takhallul) mencakup (Hashr) semua sifat zat ilahi. Sang penyahir berkata aku telah merembes kejalanku didalam diriku dan demikianlah alkhallil yaitu, (Ibrahim khallil).
Menurut dalam kutipan jurnal pak kautsar, bahwa Ibnu Arabi mengatakan bila sesuatu merembesi sesuatu yang lain pasti ia terkandung didalam yang terakhir. Penjelasan syeh ini sebuah penafsiran esoterik untuk menunjukan bahwa hubungan antar Ibrahim begitu erat dan intim, yang bukan hanya merupakan hubungan epistomologis dan etis, tetapi hubungan juga hubungan ontologis yang sering di labili dengan label-label seperti pantaisme dan monisme, meskipun label-lebel itu tidak dapat digunakan untuk system Arabi.
Kita tahu bahwa Nabi Ibrahim memiliki ujian yang sangat berat, yang salah satunya adalah bahwa Nabi Ibrahim menolak untuk mengikuti peneymbahan berhala dan ia pun mengahncurkan berhala-berhala yang ada, yang membuat Raja Namrud melemparkan Ibrahim kedalam tangku pembakaran berapi untuk sebagai balasan atau hukuman dari perbuatan, tetapi imannya itu tidak runtuh yang membuatnya ia menjadi kuat dan menyelamatkan ia dari dari kematian. Yang mana kisah penolakan Ibrahim terhadap penyembahan berhala yang tercatat dalam al-Quran (Q 21:51-70). Dalam surat ini kita tahu bahwa Ibrahim itu menentang ayahnya sendiri dan kaumnya yang menyembah berhala dan mengajak mereka untuk mengikuti atau menyembah Tuhan. Yang menciptakan dan mengatur langit dan bumi.
Dalam tradisi yahudi dan Kristen, Ibrahim dipercayai menerima ujian yang berat ketika ia diperintahkan oleh Tuhan negerinya, sanak saudaranya dan rumah bapanya untuk pergi negeri yang akan di tujukan oleh tuhan, bahwa Tuhan berjanji bahwa ia akan membuat Ibrahim menjadi bangsa yang besar, memberkatinya dan membuat namanya mansyur dan dia akan manjadi berkat ( kejadian 12:1-2)[2].
Selain dari pada itu juga dalam alkitab mengisahkan bahwa sarah istrinya Ibrahim / Abraham yaitu selamat dari niat jahat Raja Fir’aun yang mana ketika itu Ibrahim mendapatkan ujian dan cobaan yang berat ketika seorang Raja Fir’aun mengambil istri Ibrahim (sarah) dan membawanya keistana untuk dijadikan permaisyurinya. Yang mana pada jaman itu di Mesir ada sebuah pelaturan bahwa perempuan-perempuan dan anak-anak orang asing yang dating ke Mesir itu boleh diambil oleh Fir’aun. Apabila Fir’aun itu menginginkan seorang perempuan asing itu maka ia boleh mengurus suaminya.
Disini kebingungan Ibrahim ketika ia datang ke Mesir yang mana sang Fir’aun itu mengingkari setiap kecantikan wanita asing. Ibrahim sadar bahwa sarah istrinya itu benar-benar memiliki paras yang sangat cantik, sehingga dia dihadapkan oleh beberapa pilihan yang pertama, tidak berdusta tapi dengan akibatnya nyawanya melayang meskipun istrinya tetap hidup diambil oleh sang penguasa dhazolim. Yang kedua berdusta dengan alkitab jiwanya itu selamat dan mendapatkan banyak hadiah tetapi sang istrinya itu diambil oleh penguasa.
Ternyata Ibrahim memutuskan sikap yang kedua yaitu berdusta, yang dalam alkitab mengisahkan Ibrahim memasuki Mesir ia berkata kepada sarah “ memang aku tahu bahwa engkau adalah perempuan cantik”. Apabila orang-orang bisa melihat engkau mereka berkata itu istrinya jadi mereka akan membunuhku dan memebiarkan engkau hidup. Katakanlah bahwa engkau adalah saudaraku agar aku diperlakukan mereka dengan baik demi engkau dan hidupku akan terselamatkan (kejadian, 12:11-13)[3].
Berkaitan dengan problematika ujian yang dihadapi oleh Ibrahim seorang guru kabalah yang bernama Rav P.S Berg, mengatakan bahwa permasalahan yang terpenying dalam kehidupan Ibrahim pernikahan dengan sarah adalah penderitaan hidup tanpa anak dan pencapaian terbesar mereka berdua adalah pemecahan masalah itu memalui kepecayaan penuh terhadap tuhan.[4]
Kita tahu bahwa istri Ibrahim itu memiliki anak di usia  90 tahun,  dalam kitab (kejadian 17:17) dan (kejadian 17:19-21; 18: 10-15) didalam kitab itu diceritakan betapa gembira Ibrahim dan sarah melihat anak mereka yang di namai ishak, lahir ketika usia Ibrahim 100 tahun dan sarah 90 tahun.

















KESIMPULAN
Dalam kisah ini kita bisa melihat perjuangan dari hamba tuhan yang diutus kemuka bumi demi menjalankan dan menyebarkan ajaran agama tuhan. Kita bisa lihat dari beberapa kisah yang ada diatas sebagai pejaran bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga bagi perjuangan seorang Nabi yang begitu kuat demi memperjuangkan nilai-nilai ketuhanan yang sesungguhnya yang kemudian dia dijadikan oelh tuhan sebagai keturunan yang memiliki bangsa yang besar, bahwa Ibrahim dapat dikatakan bapak dari agam-agama semitik. Kenapa demikian , karena dari keturunan ialah agama semitik (yahudi, nasrani, dan islam).





[1] A.Heuken SJ, Ensiklopedi Gereja (Jakarta: Cipta Loka Caraka, 1989
[2] Azyumardi Azra, Trialog Peradaban dalam Resonansi Republika edisi 8 Nopember 2007.
[3] Merriam webster, Encylopedia of World Religion (USA: Library of Congress Cataloging, 1999
[4] George B. Grose, The Abraham Connection: A Jew, Christian and Muslim in Dialog, terjemah oleh Santi Indra Astuti (Bandung: Mizan, 1998)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar