Makalah
KITAB SUCI AGAMA HINDU
Makalah
ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah Tema-tema perbandingan agama
Dosen
: Prof. Kautsar Azhari Noer, Dr
Di susun oleh:
M. Rahmat Ramadhan (1113032100036)
Jurusan perbandingan agama
Fakultas ushuluddin
Universitas islam negeri
Syarif Hidayatullah
Jakarta
2015
PENDAHULUAN
Kita
tahu bahwa Ibrahim atau yang lebih dikenal Nabi Ibrahim merupakan bapak dari
agama semitik yang orang Kristen dan yahudi menggunakan kata Abraham untuk dia.
Ibrahim diutus oleh Tuhan untuk membenarkan segala keburukan yang ada didunia
yang mungkin kita tahu kisahnya tentang perjalanan dia dalam mencari Tuhan yang
harus ia sembah.
Al-kitab
dan al-Quran telah banyak membahas tentang Abraham atau Nabi Ibrahim as, yang
meliputi dari sejarah-sejarah serta dakwah beliau kepada Raja Namrud, kita tahu
bahwa Raja Namrud adalah seorang Raja yang sangat kejam yang mana ia sangat
dikenal dengan sifat yang angkuh dan kekejamannya sehingga dalam memimpin
negaranya ia menggunakan cara kekerasan.
Dalam
mengetahui kebenaran dan keberadaan dan kisahnya Ibrahim itu sendiri itu
memerlukan beberapa teks-teks sejarah untuk menguatkan akan kisah-kisah yang
ada didalam masyarakat sekarang, mungkin masyarakat islam mengenal Ibrahim
sebagai bapak dari para nabi yang merupakan salah satu keturunannya yaitu Nabi
Muhammad SAW itu sendiri. Disisi lain umat Kristen menganggap Abraham / Ibrahim
sebagai bapak dari agama-agama semitik atau mungkin mereka sering mengungkapkan
bahwa Abraham bapak dari Nabi Daud, yang salah satu keturunannya itu Nabi Isa
as atau Yesus kristus.
Dalam
kisah Ibrahim ini seluruh agama semitik itu mempercayai akan keberadaannya,
Ibrahim diperkirakan hidup sekitar 1997 – 1822 SM. Yang mana Tuhan telah
mengutusnya kebumi kepada umat manusia tentang kebesaran Tuhan dan
keberadaannya. Kita tahu dalam kisah Ibrahim / Abraham tentang proses pencarian
tuhan dalam kisah menurut pandangan islam bahwasanya Ibrahim itu pernah mencari
keberadaan Tuhan yang waktu itu ia pernah memperkirakan Matahari adalah
Tuhannya karena menurutnya ia telah menyinari semua daratan akan tetapi ia
meragukan hal itu karena Tuhan itu harus selalu ada. Akan tetapi Matahari
ketika malam ia tidak muncul akhirnya pun ia beranggapan bahwa Bulanlah yang
mungkin Tuhan-nya ia beramsumsi bahwa Bulan itu bersinar pada kegelapan. Akan
tetapi ia meragukan hal tersebut dikarenakan Bulan itu tidak ada ketika disiang
hari.
Ia
baru sadar bahwa Tuhan itu ternyata ada akan tetapi Tuhan itu tidak bisa
dilihat dengan inderanya sendiri karena ia pun ada disetiap gerak-gerik
dikehidupannya. Ayah Ibrahim adalah pembuat patung Dewa-dewa yang kemudian
disembah oleh orang-orang didaerah kaldan atau terletak didaerah kota Urf, yang
sekarang itu menjadi kota Irak.
Menurut
pandangan al-kitab Abraham/Ibrahim dipanggil oleh Allah dari Mesopotamia ke
negeri kanaan sekitar tahun 2000 SM. Yang mana ia disana itu melakukan sebuah
perjanjian, Abraham atau Ibrahim diminta untuk mengakui bahwa YAHWEH adalah
Tuhan dan otoritas tertinggi satu-satunya dan Universal dan untuk itu Ibrahim
akan diberkati dengan keturunan yang tak terhitung banyaknya.
Mungkin
kita bisa melihat kehidupan Ibrahim yang dikisahkan dalam kitab kejadian (pasal
11-25), dapat mencerminkan berbagai tradisi. Bisa kita lihat bahwa nama aslinya
adalah Abraham yang mana Abraham itu bisa diartikan bapak yang terpuji. Yang
diartikan bapak dari segala bangsa.
Dalam
pandangan umat islam bahwa Ibrahim adalah yang diutus oleh Allah kepada umat
manusia untuk membimbing kaum kaldan yang berada dikota Urf yang sekarang
menjadi Irak ia adalah adalah penyebar ajaran Tuhan yang mana ia telah
berdakwah kebeberapa tempat para Raja, agar mereka mau dan masuk mengikuti
ajaran Ibrahim.
Dalam
sejarahnya ada seorang Raja yang bernama Namrud yang merupakan Raja yang
terkenal dengan kekejamannya dalam memimpin pemerintahannya. Nabi Ibrahim
adalah putra dari Azar ( tarih) bin tahur bin saruj bin rau’ bin falij bin abir
bin syalih bin arfakhsyad bin saam bin nuh. Ia dilahirkan disebuah tempat yang
bernama faddam a’aram atau bisa dikatakan didaerah Babylunia yang pada waktu
itu dipimpin oleh Raja Namrud bin kanaan.
Menurut
sejarah kerajaan Babylonia yang makmur akan rakyat yang sejahtera dan
berkehidupan serba kecukupan dari hal pangan dan sandang. Akan tetapi ditingkat
kerohanian itu mereka masih dibawah atau masih bisa dikatakan mereka itu
orang-orang yang booh atau jahiliyyah. Jahiliyyah disini maksudnya mereka tidak
mengenal Tuhan sang pencipta mereka yang telah mengaruniakan mereka dengan
segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka adalah sebuah
patung-patung yang mereka pahat sendiri dari bahan bebatuan atau terbuat dari
lumpur atau tanah.
Raja
mereka Namrud bin kanaan yang mnjalankan tumpuk pemerintahan dengan tangan besi
dan kekuasaan yang mutlak semua kehendak harus terlaksana dan segala
perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dapat dihilangkan dan di tawar.
Nabi Namrud merupakan raja yang sangat patuh menyembah Dewa-dewa, yang dibuat
oleh orang tua atau bapaknya Nabi Ibrahim as.
Bagi
agama Kristen Abraham adalah bapak orang percaya imannya menjadi teladan bagi
semua orang yang tersirat dalam surat ibrani mengatakan demikian: “karena iman
Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan
diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia brangkat dengan tidak mengetahui
tempat yang ia tuju. Karena iman maka Abraham, karena ia dicoba mempersembahkan
Isak, ia telah menerima janji itu rela mempersembahkan yang tunggal” dengan
demikian Abraham merupakan bapak yang sama bagi ketiga agama ini sekaligus
meningkatkan bahwa ketiga-tiganya mempunyai akar yang sama yaitu, monoteisme[1].
Ibrahim
pun bisa dikatakan kekasih Tuhan yang mana dalam tradisi 3 agama semitik,
Ibrahim diyakini sebagai “kekasih Tuhan,” “sahabat Tuhan,” “teman intim Tuhan”
(2 tawarikh 20 : 7;Yesaya 41:8; Yakobus 2: 23; al-Quran 4:125), yang didalamnya
ungkapan arab disebut “khallil Allah” atau dengan singkat al-khallil. Dalam
kutipan jurnal pak kautsar azhari noer, bahwa arti dari kata alkhallil yang
mana iya mengambil penjelasan ibnu arabi seorang sufi yang terkenal di
Andalusia. “sesungguhnya alkhallil (Ibrahim) disebut khallil karena ia rembesi
(Takhallul) mencakup (Hashr) semua sifat zat ilahi. Sang penyahir berkata aku
telah merembes kejalanku didalam diriku dan demikianlah alkhallil yaitu, (Ibrahim
khallil).
Menurut
dalam kutipan jurnal pak kautsar, bahwa Ibnu Arabi mengatakan bila sesuatu
merembesi sesuatu yang lain pasti ia terkandung didalam yang terakhir.
Penjelasan syeh ini sebuah penafsiran esoterik untuk menunjukan bahwa hubungan
antar Ibrahim begitu erat dan intim, yang bukan hanya merupakan hubungan
epistomologis dan etis, tetapi hubungan juga hubungan ontologis yang sering di
labili dengan label-label seperti pantaisme dan monisme, meskipun label-lebel
itu tidak dapat digunakan untuk system Arabi.
Kita
tahu bahwa Nabi Ibrahim memiliki ujian yang sangat berat, yang salah satunya
adalah bahwa Nabi Ibrahim menolak untuk mengikuti peneymbahan berhala dan ia
pun mengahncurkan berhala-berhala yang ada, yang membuat Raja Namrud
melemparkan Ibrahim kedalam tangku pembakaran berapi untuk sebagai balasan atau
hukuman dari perbuatan, tetapi imannya itu tidak runtuh yang membuatnya ia
menjadi kuat dan menyelamatkan ia dari dari kematian. Yang mana kisah penolakan
Ibrahim terhadap penyembahan berhala yang tercatat dalam al-Quran (Q 21:51-70).
Dalam surat ini kita tahu bahwa Ibrahim itu menentang ayahnya sendiri dan
kaumnya yang menyembah berhala dan mengajak mereka untuk mengikuti atau
menyembah Tuhan. Yang menciptakan dan mengatur langit dan bumi.
Dalam
tradisi yahudi dan Kristen, Ibrahim dipercayai menerima ujian yang berat ketika
ia diperintahkan oleh Tuhan negerinya, sanak saudaranya dan rumah bapanya untuk
pergi negeri yang akan di tujukan oleh tuhan, bahwa Tuhan berjanji bahwa ia
akan membuat Ibrahim menjadi bangsa yang besar, memberkatinya dan membuat
namanya mansyur dan dia akan manjadi berkat ( kejadian 12:1-2)[2].
Selain
dari pada itu juga dalam alkitab mengisahkan bahwa sarah istrinya Ibrahim /
Abraham yaitu selamat dari niat jahat Raja Fir’aun yang mana ketika itu Ibrahim
mendapatkan ujian dan cobaan yang berat ketika seorang Raja Fir’aun mengambil
istri Ibrahim (sarah) dan membawanya keistana untuk dijadikan permaisyurinya.
Yang mana pada jaman itu di Mesir ada sebuah pelaturan bahwa perempuan-perempuan
dan anak-anak orang asing yang dating ke Mesir itu boleh diambil oleh Fir’aun.
Apabila Fir’aun itu menginginkan seorang perempuan asing itu maka ia boleh
mengurus suaminya.
Disini
kebingungan Ibrahim ketika ia datang ke Mesir yang mana sang Fir’aun itu
mengingkari setiap kecantikan wanita asing. Ibrahim sadar bahwa sarah istrinya
itu benar-benar memiliki paras yang sangat cantik, sehingga dia dihadapkan oleh
beberapa pilihan yang pertama, tidak berdusta tapi dengan akibatnya nyawanya melayang
meskipun istrinya tetap hidup diambil oleh sang penguasa dhazolim. Yang kedua
berdusta dengan alkitab jiwanya itu selamat dan mendapatkan banyak hadiah
tetapi sang istrinya itu diambil oleh penguasa.
Ternyata
Ibrahim memutuskan sikap yang kedua yaitu berdusta, yang dalam alkitab
mengisahkan Ibrahim memasuki Mesir ia berkata kepada sarah “ memang aku tahu
bahwa engkau adalah perempuan cantik”. Apabila orang-orang bisa melihat engkau
mereka berkata itu istrinya jadi mereka akan membunuhku dan memebiarkan engkau
hidup. Katakanlah bahwa engkau adalah saudaraku agar aku diperlakukan mereka
dengan baik demi engkau dan hidupku akan terselamatkan (kejadian, 12:11-13)[3].
Berkaitan
dengan problematika ujian yang dihadapi oleh Ibrahim seorang guru kabalah yang
bernama Rav P.S Berg, mengatakan bahwa permasalahan yang terpenying dalam
kehidupan Ibrahim pernikahan dengan sarah adalah penderitaan hidup tanpa anak dan
pencapaian terbesar mereka berdua adalah pemecahan masalah itu memalui
kepecayaan penuh terhadap tuhan.[4]
Kita
tahu bahwa istri Ibrahim itu memiliki anak di usia 90 tahun,
dalam kitab (kejadian 17:17) dan (kejadian 17:19-21; 18: 10-15) didalam
kitab itu diceritakan betapa gembira Ibrahim dan sarah melihat anak mereka yang
di namai ishak, lahir ketika usia Ibrahim 100 tahun dan sarah 90 tahun.
KESIMPULAN
Dalam
kisah ini kita bisa melihat perjuangan dari hamba tuhan yang diutus kemuka bumi
demi menjalankan dan menyebarkan ajaran agama tuhan. Kita bisa lihat dari
beberapa kisah yang ada diatas sebagai pejaran bagi kita dalam kehidupan
sehari-hari. Selain itu juga bagi perjuangan seorang Nabi yang begitu kuat demi
memperjuangkan nilai-nilai ketuhanan yang sesungguhnya yang kemudian dia
dijadikan oelh tuhan sebagai keturunan yang memiliki bangsa yang besar, bahwa
Ibrahim dapat dikatakan bapak dari agam-agama semitik. Kenapa demikian , karena dari keturunan ialah agama
semitik (yahudi, nasrani, dan islam).
[1]
A.Heuken SJ, Ensiklopedi Gereja (Jakarta: Cipta Loka Caraka, 1989
[2]
Azyumardi Azra, Trialog Peradaban dalam Resonansi Republika edisi 8 Nopember
2007.
[3]
Merriam webster, Encylopedia of World Religion (USA: Library of Congress
Cataloging, 1999
[4]
George B. Grose,
The Abraham Connection: A Jew, Christian and Muslim in Dialog, terjemah oleh
Santi Indra Astuti (Bandung: Mizan, 1998)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar